Rabu, 23 Maret 2011

Pengaruh Insomnia Pada Remaja


Gejala sulit tidur khususnya pada malam hari ternyata banyak dialami oleh para remaja. Para remaja yang memiliki dan melakukan banyak aktifitas ternyata membuat mereka mengalami insomnia di malam hari, bahkan salah satu stasiun televisi menayangkan acara insomnia buat menemani para remaja yang kesulitan tidur. Padahal para remaja pada masa kini hanya bisa istirahat pada malam hari paling lama sekitar 4 jam. Padahal untuk waktu istirahat ideal yang dibutuhkan remaja adalah tidur selama 8-9 jam setiap malam.
Efek dari gangguan tidur atau insomnia tidak bisa di sepelekan karena selain kurang darah tentunya ternyata bisa berpengaruh secara psikis terhadap para remaja atau orang yang mengalami gangguan tidur. Sebut saja, kita menjadi sering murung, suka cemberut dan tak semangat dan pada remaja mereka kesulitan untuk konsentrasi di dalam kelas, mereka akan menjadi remaja pemberontak yang pada akhirnya nilai pelajaran akan menjadi menurun. Para remaja yang tidak mendapatkan istirahat yang cukup bisa mengalami kondisi yang mengkhawatirkan seperti selalu murung dan tidak komunikatif bahkan mereka menjadi sering marah-marah.
Dikutip dari halaman dailymail.co.uk, bahwa beberapa sekolah di Inggris menambah mata pelajaran tentang kualitas tidur. Dimana para murid diminta untuk meletakkan semua gadget mereka seperti laptop, ponsel, video game dan lain-lain saat mereka tidur yaitu sekitar pukul 9-10 malam.
Jane Ansell, pakar masalah pola tidur dari Sleep Scotland, berkata: “Anda tidak akan mengirim buah hati ke sekolah tanpa mendapatkan asupan makanan yang cukup. Jadi, mengapa membiarkan mereka sekolah tanpa waktu tidur yang cukup?”
Dr. Neil Stanley seorang ahli tidur independent mengatakan “pemerintah menghabiskan jutaan puond untuk mengajar anak-anak tentang diet dan olahraga. Tapi sayangnya pola tidur menjadi pelajaran yang dilupakan.”
Sebuah badan amal di Glasgow, Skotlandia SLEEP SCOTLAND melakukan suatu uji coba, mereka mengatakan bahwa tidur yang nyenyak dapat meningkatkan kinerja akademik dan kecakapan olahraga. Kurang tidur tidak hanya membuat para remaja menjadi emosional tapi juga dapat meningkatkan resiko obesitas, depresi,dan hyperaktife.
Sumber : http://cazhrax.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar